Masjid Raya Al Jabbar di Jl. Cimincrang No. 14 Gedebage Bandung adalah satu satu tetangga Rumah Tahfidz Baitul Qur'an As-Syifaa yang berlokasi di Jl. Cimincrang No. 214.
Lokasi gedung atau kantor yayasan dan Baitul Qur'am As-Syifaa ini ada di seberangan Masjid Raya Al Jabbar.
Sejarah Masjid Raya Al Jabbar
Mengutip data dari Google, Masjid Raya Al Jabbar --dulu disebut Masjid Terapung Gedebage karena berdiri di atas danau/embung-- merupakan masjid raya tingkat provinsi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Terletak di wilayah Gedebage, Kota Bandung, sejarah Masjid Raya Al Jabbar dimulai dari kebutuhan Jawa Barat akan sebuah masjid raya provinsi yang representatif karena selama puluhan tahun sebelumnya masih menumpang pada Masjid Agung Bandung (Masjid Raya Bandung Jawa Barat) di alun-alun kota.
Gagasan dan Pembangunan
Ide Awal (2015): Gagasan pembangunan masjid ini muncul pada tahun 2015 oleh Ridwan Kamil (saat itu menjabat Wali Kota Bandung) dan dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan.
Peletakan Batu Pertama (2017): Proses konstruksi dimulai dengan seremoni peletakan batu pertama pada 29 Desember 2017 oleh Gubernur Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Dedi Mizwar.
Pembangunan masjid sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Masjid ini akhirnya selesai dan diresmikan pada 30 Desember 2022 dan mulai dibuka untuk umum pada 1 Januari 2023.
Sempat Ditutup
Masjid Raya Al Jabbar sempat ditutup sementara menjelang Ramadhan 2023 untuk perbaikan dan penataan.
Masjid Raya Al Jabbar yang baru dibuka sekitar dua bulan, saat itu ditutup sementara mulai dari tanggal 27 Februari 2023 sampai tanggal 13 Maret 2023.
Penutupan dilakukan karena PKL menyerbu area depan masjid, area taman, bahkan hingga jembatan masuk. Pungli juga merajalela sehingga selama Januari-Februari 2023, kawasan depan masjid ibarat "pasar malam" yang kumuh.
Setelah dibuka kembali pada 14 Maret 2023, area masjid bebas PKL dan parkir mulai tertata dengan baik. Pungli juga diberantas Tim Saber Pungli Jabar.
Makna Nama dan Desain Masjid
Asmaul Husna: Nama Al Jabbar diambil dari salah satu nama Allah dalam Asmaul Husna yang berarti "Yang Maha Perkasa" atau "Maha Kuasa".
Selain itu, pemilihan nama ini merupakan singkatan dari "Jawa Barat" (Jabar).
Matematika Aljabar: Desain arsitekturnya terinspirasi dari rumus matematika Aljabar, yang ditemukan oleh ilmuwan Muslim Al-Khawarizmi.
Simbolisme Angka 99: Luas lantai bangunan utama adalah 99 x 99 meter persegi. Masjid ini memiliki empat menara (minaret( setinggi 99 meter, juga melambangkan jumlah 99 Asmaul Husna.
Keunikan dan Fasilitas
Masjid Terapung: Masjid ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 25,9 hektare di tengah kolam retensi (danau buatan), sehingga tampak seolah-olah mengapung di atas air.
Danau ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir di kawasan Bandung Timur.
Sentuhan Lokal Jabar: Atap masjid memiliki ikon "tusuk sate" khas Gedung Sate, dan pintu masuknya dihiasi 27 relung motif batik yang mewakili 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Galeri Rasulullah: Di lantai dasar terdapat museum atau galeri yang menyajikan sejarah Nabi Muhammad SAW, perkembangan Islam di Indonesia, serta sejarah Islam di Jawa Barat.
Taman Indah: Di sekeliling masjid/danau dibangun taman-taman yang indah sekaligus kawasan area resapan air (Ruang Terbuka Hijau). Di samping kiri danau ada Taman Tematik Nabi (Musa, Adam, Ibrahim, Yunus, Nuh, dan Isa a.s.).
Jumlah Jamaah/Pengunjung Masjid Raya Al Jabbar
Jamaah shalat masjid ini 99% adalah pengunjung atau wisatawan plus pegawai, karena warga sekitar masjid juga memakmurkan masjid di wilayahnya masing-masing.
Jumlah pengunjung Masjid Raya Al Jabbar sudah mencapai sekitar 5 juga. Kunjungan harian (weekday) sekitar 3-5 ribu dan akhir pekan (weekend) bisa mencapai 10-20 ribu jamaah.
Jamaah Masjid Raya Al Jabbar paling banyak (rekor) adalah saat pengajian muslimah bersama Ustadzah Halimah Alaydur (mencapai sekitar 50 ribu jamaah) dan kajian Umma Ilmia Amalia (mencapai sekitar 70 ribu jamaah).
Demikian informasi mengenai tetangga Baitul Qur'an As-Syifaa, yakni Masjid Raya Al Jabbar.

